Kinerja industri sawit Indonesia menguat pada Juni 2026. Data terbaru Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan produksi, konsumsi dalam negeri, dan ekspor sama-sama meningkat dibandingkan Mei, sedangkan stok akhir turun karena pertumbuhan konsumsi dan ekspor melampaui kenaikan produksi.
Dalam siaran pers yang dipublikasikan pada 26 Agustus 2026, GAPKI mencatat produksi minyak sawit mentah atau CPO mencapai 4,823 juta ton pada Juni. Produksi minyak inti sawit atau PKO tercatat 449 ribu ton. Dalam rilis tersebut, GAPKI menyebut total produksi CPO dan PKO mencapai 5,277 juta ton, dibandingkan 4,552 juta ton pada Mei.
Ekspor meningkat lebih cepat daripada produksi
Kenaikan paling besar terjadi pada perdagangan luar negeri. Total ekspor produk sawit pada Juni mencapai 3,275 juta ton, meningkat 64,08 persen dari 1,996 juta ton pada Mei. GAPKI melaporkan ekspor olahan minyak sawit bertambah menjadi 2,357 juta ton dari 1,423 juta ton, sementara ekspor CPO naik menjadi 335 ribu ton dari 31 ribu ton.
Ekspor olahan minyak inti sawit juga bertambah menjadi 116 ribu ton dari 55 ribu ton. Secara kumulatif, volume ekspor Januari–Juni 2026 mencapai 16,595 juta ton, atau 5,79 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Nilai ekspor produk sawit pada Juni dilaporkan mencapai US$3,92 miliar, naik dari US$2,49 miliar pada Mei. Kenaikan nilai tersebut terutama ditopang pertumbuhan volume, karena rata-rata harga ekspor CPO justru turun dari US$1.227 per ton pada Mei menjadi US$1.174 per ton pada Juni. Pergerakan harga terkini dapat dipantau melalui data harga referensi CPO GIMNI.
Konsumsi pangan dan oleokimia bertambah
Di dalam negeri, total konsumsi produk sawit mencapai 2,201 juta ton pada Juni, naik 5,92 persen dibandingkan 2,078 juta ton pada Mei. Untuk sektor yang paling dekat dengan industri minyak nabati dan oleofood, konsumsi pangan bertambah menjadi 878 ribu ton dari 856 ribu ton. Konsumsi oleokimia juga naik menjadi 192 ribu ton dari 187 ribu ton.
Secara kumulatif selama semester pertama 2026, konsumsi dalam negeri mencapai 12,994 juta ton. Angka tersebut 5,48 persen lebih tinggi dibandingkan 12,272 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pada Juni tidak hanya berasal dari ekspor, tetapi juga disertai pertumbuhan penyerapan oleh sektor pangan dan oleokimia.
Stok akhir Juni menurun
Dengan produksi Januari–Juni sebesar 30,284 juta ton, konsumsi domestik 12,994 juta ton, ekspor 16,595 juta ton, dan impor 32 ribu ton, GAPKI mencatat stok akhir Juni berada di level 2,844 juta ton. Posisi stok tersebut lebih rendah karena kenaikan ekspor dan konsumsi pada bulan berjalan lebih besar daripada pertumbuhan produksi.
Menurut negara tujuan, kenaikan ekspor pada Juni dibandingkan Mei antara lain terjadi ke India, China, Pakistan, Malaysia, sejumlah negara di Afrika, Bangladesh, dan Amerika Serikat. Namun, GAPKI juga mencatat penurunan pengiriman ke Rusia dan kawasan Uni Eropa pada periode yang sama.
Sumber pantauan
- GAPKI — Ekspor Sawit Indonesia Melonjak 64% pada Juni 2026, Produksi dan Konsumsi Ikut Naik, 26 Agustus 2026.
- GAPKI — Posisi Harga Komoditas pada Penutupan Bursa & Pasar Fisik, 24 Agustus 2026, 26 Agustus 2026.
- InfoSAWIT — Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw pada Rabu (26/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Kembali Melemah, 27 Agustus 2026 WIB.
- Kontan — Produksi CPO Terancam Turun 5 Juta Ton akibat El Nino, Program B50 Jadi Sorotan, 26 Agustus 2026.
- detikcom — Harga Sembako Jatim Hari Ini: Minyak Goreng, Rawit, Bawang Merah Naik, 26 Agustus 2026.
- IDX Channel — Harga Pangan Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026: Beras hingga Minyak Goreng Naik, 26 Agustus 2026.
- Media Center Riau — Naik Tipis, Harga Sawit Mitra Plasma Riau Jadi Rp3.945 per Kg, 26 Agustus 2026.