Kinerja ekspor sawit Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pada 2026. Di tengah dinamika harga CPO dan perubahan kebijakan perdagangan, pemerintah serta pelaku industri menempatkan peningkatan produktivitas kebun rakyat dan penguatan hilirisasi sebagai bagian penting untuk menjaga pasokan sekaligus memperbesar nilai tambah di dalam negeri.
Radar Surabaya Bisnis, dengan merujuk data Badan Pusat Statistik, melaporkan nilai ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari–Juni 2026 tumbuh 7,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga CPO global disebut menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut. Pergerakan pasar terkini juga dapat dipantau melalui data harga CPO GIMNI.
Gambaran pertumbuhan juga terlihat pada data awal tahun yang dikutip Aspek.id dan Merdeka. Nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 dilaporkan mencapai 4,69 miliar dolar AS, naik 26,40 persen dari 3,71 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Volume ekspor pada periode tersebut meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton.
Aspek.id mengutip Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono, yang menilai peningkatan produktivitas petani plasma dan swadaya diperlukan untuk menjaga pasokan bagi kebutuhan domestik dan pasar global. Salah satu langkah yang didorong ialah percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat melalui penggunaan benih unggul, penerapan teknologi, dan pendampingan petani.
Hulu dan hilir perlu bergerak bersama
Pada penutupan Sawit Indonesia Expo and Conference 2026 di Pekanbaru, Sabtu, 8 Agustus 2026, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan transformasi industri sawit tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi bahan baku. Menurut laporan Sawit Setara, pemerintah menempatkan intensifikasi produksi, peningkatan investasi pada industri pengolahan dalam negeri, dan industrialisasi yang mengintegrasikan hulu-hilir sebagai tiga pilar transformasi.
Rachmat menekankan bahwa peningkatan produksi diarahkan melalui intensifikasi agar hasil per hektare naik tanpa terus membuka lahan baru. Ia juga meminta agar persediaan sawit untuk minyak goreng tetap memberi manfaat bagi Indonesia dan pekebun yang menghasilkan bahan bakunya.
Penguatan sektor hulu itu dipandang perlu berjalan bersama diversifikasi produk olahan. Sawit Setara melaporkan bahwa agenda pemerintah mencakup penguatan kemitraan berkelanjutan, perluasan produk hilir, integrasi ekosistem produksi dan pengolahan, serta percepatan industri sawit yang tangguh, digital, dan berdaya saing global.
Pasar tetap bergerak dinamis
Di pasar regional, Agricom melaporkan kontrak acuan CPO Bursa Malaysia untuk pengiriman Oktober 2026 turun 0,17 persen menjadi 4.678 ringgit per ton pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Tekanan dikaitkan dengan perkiraan kenaikan stok Malaysia dan perlambatan permintaan ekspor, meski kontrak tersebut masih menguat 0,75 persen secara mingguan.
Untuk pasar domestik, Agricom mencatat penawaran tertinggi CPO KPBN pada hari yang sama berada di Rp15.607 per kilogram dan berakhir withdraw. Pelaku pasar selanjutnya menunggu data resmi produksi, persediaan, serta permintaan dari Malaysian Palm Oil Board yang dijadwalkan terbit 10 Agustus 2026.
Perubahan kebijakan juga menjadi perhatian industri. Sawitku melaporkan kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam sebesar 50 persen dinilai dapat memengaruhi fleksibilitas likuiditas perusahaan. Ketua Bidang Perpajakan dan Fiskal GAPKI Yustinus Lambang Setyo Putro menyatakan penyempurnaan aturan diharapkan diikuti penguatan implementasi dengan mempertimbangkan karakteristik usaha sawit dan persaingan internasional.
Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor, produktivitas kebun, kapasitas pengolahan, dan kondisi pasar saling berkaitan dalam menjaga kinerja industri sawit. Arah yang disampaikan pemerintah dan pelaku industri dalam pemberitaan terbaru menempatkan peremajaan kebun serta integrasi hulu-hilir sebagai fondasi untuk mempertahankan pasokan dan memperluas manfaat ekonomi di dalam negeri.
Sumber pantauan
- Aspek.id — Ekspor CPO Meningkat, GAPKI Dukung Peremajaan Sawit Kebun Rakyat, 9 Agustus 2026 WIB.
- Agricom — Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Stok Sawit Malaysia Diproyeksi Naik, 9 Agustus 2026 WIB.
- Merdeka — Dari Pandemi Hingga Krisis Global, Rahasia Sawit Indonesia Tetap Jadi Raja Dunia, 8 Agustus 2026.
- Sawitku — Ekspor Sawit Indonesia Masih Tumbuh, Kebijakan DHE 50 Persen Jadi Ujian Baru, 8 Agustus 2026.
- Sawit Setara — Bappenas Dorong Hilirisasi Sawit, Nilai Tambah Harus Dinikmati di Dalam Negeri, 8 Agustus 2026.
- Sawit Setara — Bappenas: Produktivitas Sawit Harus Naik Tanpa Buka Lahan Baru, 8 Agustus 2026.
- Radar Surabaya Bisnis — Harga Global Naik, Ekspor Sawit Indonesia Melonjak 7,32 Persen di Semester I 2026, 8 Agustus 2026.
- Tempo — Polisi Tetapkan Tersangka dalam Kasus MinyaKita Berbau BBM, 8 Agustus 2026.