Harga CPO melonjak tajam sepanjang pekan ini. Kenaikan tersebut menjadi kabar positif bagi industri sawit Indonesia, mengingat Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Lonjakan harga CPO terjadi di tengah meningkatnya harga energi global serta pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia yang membuat harga komoditas ini semakin kompetitif di pasar internasional.
Berdasarkan data Refinitiv, kontrak CPO acuan pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026) berada di level MYR 4.367 per ton, naik sekitar 3,8% dalam sehari. Harga tersebut menjadi yang tertinggi sejak 24 Oktober 2025.
Dalam sepekan terakhir, harga CPO tercatat melonjak 8,04%, menjadikannya kenaikan mingguan terbesar sejak November 2024.