Palm Oil Today

Harga CPO Menguat di Dalam dan Luar Negeri, Stok Malaysia Tetap Membayangi

11 Aug 2026

Tandan buah segar sawit di depan fasilitas pengolahan CPO dan truk tangki

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bergerak menguat di pasar domestik dan Bursa Malaysia pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Agricom dan InfoSAWIT melaporkan harga CPO PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) untuk Franco Dumai ditetapkan Rp15.668 per kilogram, naik Rp61 per kilogram atau sekitar 0,39 persen dibandingkan penawaran tertinggi pada Jumat sebelumnya.

Tandan buah segar sawit di depan fasilitas pengolahan CPO dan truk tangki

Untuk lokasi lain, InfoSAWIT mencatat harga FOB Talang Duku ditetapkan Rp15.227 per kilogram. Harga Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.468 per kilogram, tetapi berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.325 per kilogram. Perkembangan harga domestik ini dapat dipantau bersama data harga CPO GIMNI.

Kontrak Malaysia mencapai penutupan tertinggi empat bulan

Di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak CPO untuk pengiriman Oktober 2026 ditutup naik 47 ringgit atau sekitar 1 persen menjadi 4.724 ringgit per ton. Berdasarkan laporan Reuters yang dikutip Agricom dan InfoSAWIT, posisi tersebut merupakan level penutupan tertinggi sejak 7 April 2026.

Kedua media menyebut penguatan harga ditopang pergerakan positif minyak nabati pesaing di pasar Dalian dan Chicago. InfoSAWIT mencatat kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian menguat 0,13 persen dan kontrak minyak sawit naik 0,59 persen, sedangkan minyak kedelai di Chicago bertambah 1,16 persen.

Pada saat yang sama, data Malaysian Palm Oil Board yang dikutip kedua media menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Juli 2026 meningkat 3,32 persen secara bulanan menjadi 2,63 juta ton. Dari sisi pengiriman, InfoSAWIT melaporkan AmSpec Agri Malaysia memperkirakan ekspor produk sawit Malaysia pada 1–10 Agustus naik 14,8 persen, sedangkan Intertek Testing Services mencatat kenaikan 2,6 persen pada periode yang sama.

Penguatan hulu dan hilir berjalan bersama

Dalam perkembangan lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan hilirisasi industri kelapa sawit perlu dibarengi penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Dalam laporan ANTARA, ia menyebut pengembangan perkebunan, peningkatan produktivitas, dan pengolahan produk turunan sawit perlu berjalan dalam satu ekosistem agar manfaat industri dapat dirasakan lebih luas.

Rachmat juga menyampaikan bahwa pengembangan industri sawit tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam penutupan Sawit Indonesia Expo & Conference 2026 di Pekanbaru.

Sumber pantauan