JAKARTA. Ekspektasi meningkatnya permintaan dari India dan meredanya isu perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China berdampak positif pada harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO). Rabu (17/10), harga CPO pengiriman Januari 2019 di Malaysia Derivative Exchange menguat 0,75% ke RM 2.261 per ton. Dalam sepekan, harga CPO naik 0,08%.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan harga CPO diiringi ekspektasi peningkatan permintaan dari India. Maklum, bulan depan, masyarakat India merayakan festival Diwali.

Alhasil, ada potensi impor CPO India meningkat hingga 10% pada November. “Peningkatan ini jadi katalis positif bagi harga CPO karena India merupakan importir terbesar setelah China,” papar Ibrahim, kemarin. Di samping itu, komoditas ini diuntungkan karena satu pekan terakhir sentimen perang dagang mereda.

AS saat ini lebih memusatkan perhatiannya kepada Arab Saudi pasca menghilangnya jurnalis Washington Post. Konflik ini kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam menjatuhkan sanksi berat kepada Arab Saudi jika terbukti bersalah.

Buntutnya, harga minyak mentah dunia melonjak dan CPO sebagai substitusi minyak mentah ikut diuntungkan. “Selama konflik geopolitik ini berlangsung, dalam jangka pendek harga CPO masih bisa menguat,” kata Ibrahim.

Larangan CPO

Namun, dalam jangka panjang tetap masih banyak sentimen negatif yang bisa membuat harga CPO kembali tertekan. Salah satunya bila tensi perang dagang kembali meningkat. Selain itu, moratorium larangan penggunaan minyak sawit di AS dan Eropa berpotensi melemahkan harga komoditas kebun ini.

Analis Monex Investindo

Futures Ahmad Yudiawan menambahkan, kampanye hitam soal penggunaan minyak sawit selama ini jadi penyebab ekspor CPO dari Malaysia menurun. Namun, kali ini, dia menyebut, permintaan India akan meningkat 10% atau 2,4 juta ton hingga Desember 2018. Nah, potensi permintaan minyak nabati ini dapat mendongkrak harga CPO.

Yudi memperkirakan, harga CPO akan bergerak di RM 2.150-RM 2.150 per ton pada Kamis (18/10). Dalam sepekan, harga akan bergerak antara RM 2.130-RM 2.260.

Sementara Ibrahim melihat indikator moving average harga CPO 10% di atas bollinger tengah. Indikator stochastic di 60% negatif sedangkan MACD di 60% positif. Adapun RSI di level 70%.

Ibrahim memperkirakan harga CPO akan naik dan bergerak di RM 2.244-RM 2.270 pada hari ini. Sepekan ke depan, harga bergerak antara RM 2.229-RM 2.275 per ton.

 

Sumber: Harian Kontan