Karet dan Sawit Topang Ekonomi Sumut

 

MEDAN, KOMPAS – Komoditas karet dan sawit jadi penopang ekonomi Sumatera Utara di tengah pandemi Covid-19. Harga karet di tingkat petani meningkat hingga Rp 10.500 per kilogram dan tandan buah segar sawit Rp 1.900 per kilogram.

Peningkatan harga dipengaruhi permintaan di pasar dunia. Harga karet remah jenis TSR (technical speciefied rubber) 20 kini 1,67 dollar AS per kilogram. Di tingkat petani, harga karet olahan mencapai Rp 10.500 per kg, naik dari Rp 6.000 per kg pada tahun lalu. Adapun karet yang belum diolah dihargai Rp 8.000 per kg.

Kenaikan harga.karet membuat petani di Sumut makin bergairah menyadap. Kebun-
kebun karet yang sebelumnya terbengkalai kini disadap lagi.

“Tahun lalu kelompok tani kami hanya mengumpulkan 1 ton getah karet per minggu. Kini kami bisa mendapat 5 ton,” kata Sungkunen Tarigan (40), Ketua Kelompok Tani Mbuah Page, Desa Kuta Jurang, Deli Serdang, Senin (5/7/2021).

Sementara volume ekspor karet Sumut pada April dan Mei 2021 menurun dari bulan-bulan sebelumnya. Ekspor pada April sebesar 31.555 ton atau anjlok sekitar 10,3 persen ketimbang bulan sebelumnya yang mencapai 35.190 ton.

“Volume ekspor pada Mei kami perkirakan hanya 25.000 ton atau turun sekitar 16 persen dibandingkan April,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Sumut Edy Irwansyah.

Penurunan ekspor itu, menurut dia lebih karena adanya pergeseran jadwal pengapalan. Dengan demikian, secara tahunan, volume ekspor tidak menurun signifikan.

“Operasional industri karet juga bisa berjalan dengan baik di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” kata Edy.

Sama halnya dengan karet, industri sawit juga bergairah dengan harga yang masih cukup baik. Pada periode 30 Juni-6 Juli, harga tandan buah segar (TBS) sawit dengan rendemen 19,93 persen mencapai Rp 1.928 per kilogram; Harga tersebut stabil sepanjang pandemi, bahkan naik hingga Rp 2.275 per kg pada Mei.

Sekretaris Gabungan Pengusahakelapa sawitIndonesia (Gapki) Sumut Timbas Prasad Ginting mengatakan, semua rantai pasok industri sawit bisa berjalan dengan baik di tengah pandemi.

Di Sumut terdapat 1,8 juta hektar kebun sawit dengan 162 pabrik. Tenaga kerja yang terserap di industri sawit Sumut lebih dari 560.000 oipng.

Seperti halnya karet, industri sawit bisa tetap berjalan dengan baik di tengah pandemi Covid-19 ataupun PPKM. “Kami melakukan protokol kesehatan dan memaksimalkan vaksinasi secara masif,” katanya.

 

Sumber: Kompas