Palm Oil Today

Kebutuhan CPO untuk Pangan Diperkirakan 10 Juta Ton per Tahun

10 Sep 2026

Tandan buah sawit dan tangki minyak nabati di fasilitas pengolahan pangan.

Kebutuhan minyak sawit mentah atau CPO untuk sektor pangan diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton per tahun. Angka yang dilaporkan HaiSawit dengan mengutip GAPKI itu menempatkan pangan sebagai salah satu pengguna utama minyak sawit di dalam negeri, bersama industri oleokimia dan sektor energi.

Tandan buah sawit dan tangki minyak nabati di fasilitas pengolahan pangan.

Perkiraan tersebut muncul ketika pemanfaatan CPO domestik terus berkembang. HaiSawit melaporkan pada 9 September 2026 bahwa industri oleokimia membutuhkan sekitar 2,3 juta ton CPO, sementara peningkatan campuran biodiesel memperbesar penyerapan di sektor energi. Dalam konteks ini, ketersediaan bahan baku untuk pangan menjadi bagian penting dari keseimbangan pasokan nasional.

Pasokan pangan berada di tengah kenaikan konsumsi domestik

Menurut laporan HaiSawit, kebutuhan gabungan untuk energi dan pangan pada skema B50 diperkirakan sekitar 29 juta ton. Apabila program meningkat menjadi B60, konsumsi CPO domestik diproyeksikan mencapai sekitar 35 juta ton. Proyeksi tersebut bersumber dari satu laporan media yang mengutip GAPKI dan estimasi industri, sehingga angkanya perlu dibaca sebagai perkiraan, bukan realisasi final.

Bagi rantai pasok pangan, perubahan penyerapan CPO di sektor lain berkaitan langsung dengan ruang pasokan untuk minyak goreng dan berbagai produk pangan berbasis minyak nabati. HaiSawit menyebut pertumbuhan konsumsi dalam negeri yang tidak diimbangi peningkatan produksi dapat mengurangi porsi untuk ekspor. Pada saat yang sama, kebutuhan pangan tetap harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Perkembangan pasar juga menunjukkan bahwa CPO bergerak dalam jaringan minyak nabati global. Majalah Sawit Indonesia melaporkan kontrak CPO paling aktif untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives naik 0,74 persen menjadi 5.015 ringgit Malaysia per ton pada perdagangan 8 September 2026. Penguatan itu dilaporkan dipengaruhi kekhawatiran cuaca dan kenaikan harga minyak kedelai, sedangkan pelemahan ringgit ikut membuat CPO lebih terjangkau bagi pembeli bermata uang asing.

Data dan pembaruan mengenai acuan komoditas ini dapat dipantau melalui data harga referensi CPO GIMNI. Ketentuan terkait perdagangan, pungutan, dan kebijakan pasokan juga tersedia dalam register regulasi GIMNI.

Produktivitas menjadi bagian dari kesiapan pasokan

HaiSawit menyoroti produktivitas perkebunan sebagai salah satu faktor penting ketika kebutuhan CPO meningkat. Peremajaan tanaman, perbaikan budidaya, penggunaan bahan tanaman berproduktivitas lebih tinggi, dan Peremajaan Sawit Rakyat disebut sebagai bagian dari upaya menambah produksi tanpa membuka lahan baru.

Kesiapan pasokan juga mencakup koordinasi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani. Laporan tersebut menempatkan koordinasi ini dalam upaya menjaga keseimbangan antara konsumsi pangan, industri hilir, kebutuhan energi, ekspor, dan keberlanjutan industri sawit.

Di sisi perdagangan, RRI pada 9 September 2026 melaporkan ekspor CPO Indonesia tumbuh 5,49 persen dan menempatkan hilirisasi sebagai faktor penting. Perkembangan ekspor tersebut menambah konteks bahwa pengelolaan pasokan CPO berlangsung di antara kebutuhan domestik dan permintaan pasar luar negeri.

Dengan kebutuhan pangan yang dilaporkan sekitar 10 juta ton per tahun, pembahasan pasokan CPO tidak hanya menyangkut volume produksi. Pergerakan harga minyak nabati, produktivitas kebun, permintaan ekspor, dan perkembangan kebijakan domestik ikut membentuk ketersediaan bahan baku bagi industri pangan.

Sumber pantauan

  1. HaiSawit — Sektor Pangan Butuh 10 Juta Ton CPO di Tengah Lonjakan Biodiesel, 9 September 2026, 18.29 WIB. Sumber utama.
  2. Majalah Sawit Indonesia — Harga CPO Melesat Tiga Hari Beruntun Tembus 5.015 Ringgit, 9 September 2026, 22.00 WIB.
  3. Investor.id — Harga CPO Tertekan Profit Taking, El Nino Jadi Penahan, 10 September 2026, 05.19 WIB.
  4. Kontan — Indonesia Incar Posisi Penentu Harga Komoditas Dunia, Bursa Baru Mulai 2027, 10 September 2026, 07.36 WIB.
  5. RRI — Ekspor CPO Indonesia Tumbuh 5,49 Persen, Hilirisasi Jadi Kunci, 9 September 2026, 12.30 WIB.
  6. Sawitsetara — Harga Acuan CPO September Naik, Bea Keluar Dipatok US$148 per Ton, 9 September 2026, 16.02 WIB.
  7. Warta Ekonomi — Kebutuhan CPO Tembus 104 Juta Ton pada 2045, Agrinas Palma Ungkap Tantangan Sawit Indonesia, 9 September 2026, 18.18 WIB.
  8. RRI — Bulog Biak Mulai Salurkan Minyak Goreng MinyaKita di Pasar Darfuar, 9 September 2026, 18.28 WIB.