Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) membuka peluang pemanfaatan bungkil kelapa sawit sebagai bahan baku pakan ternak, termasuk untuk ayam dan sapi.
Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan bungkil kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak dan tidak terbatas pada unggas.
Menurut Mukti, pemanfaatan bungkil sawit juga dapat memberi nilai tambah dari produk samping industri kelapa sawit.
Pandangan industri tersebut muncul setelah Kementerian Pertanian membuka peluang pemanfaatan bahan berbasis sawit untuk menggantikan sebagian bahan baku impor pakan ayam, khususnya soybean meal (SBM).
Direktur Hilirisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun mengatakan riset pemanfaatan bahan sawit sebagai substitusi pakan masih dilakukan bersama BRIN dan perguruan tinggi.
Makmun menyebut peluang substitusi akan semakin besar apabila penggunaan bahan berbasis sawit dalam formulasi pakan dapat ditingkatkan hingga lebih dari 10%.
Saat ini, menurut Makmun, pemanfaatan bahan berbasis sawit dalam pakan ayam masih terbatas; ia menyebut penggunaan tempurung sawit masih sekitar 5% dan perlu dikaji karena karakteristiknya keras serta berpotensi mengganggu pencernaan ayam.
Dalam formulasi pakan broiler yang dikutip Bisnis.com, bungkil inti sawit (PKM) dan CPO/fat masing-masing tercatat sekitar 5%, sementara SBM menjadi komponen impor terbesar sebesar 25%.
Pada pakan layer, bahan baku lokal tercatat 63%, termasuk bungkil inti sawit 5% dan CPO/fat 5%, sedangkan bahan baku impor 37% dengan SBM sebesar 20%.
Sumber pantauan
- Kementan Ingin Jadikan Sawit Sebagai Bahan Baku Alternatif Pakan Ayam — https://ekonomi.bisnis.com/read/20261005/12/2009741/kementan-ingin-jadikan-sawit-sebagai-bahan-baku-alternatif-pakan-ayam — 5 Oktober 2026
- Gapki Ungkap Potensi Bungkil Sawit untuk Bahan Baku Pakan Ternak — https://ekonomi.bisnis.com/read/20261006/12/2010169/gapki-ungkap-potensi-bungkil-sawit-untuk-bahan-baku-pakan-ternak — 6 Oktober 2026