Ketat, Penerapan Protokol Kesehatan di Kebun Sawit

JAKARTA-Industri hulu sawit nasional menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah terjadinya klaster Covid-19 di sektor perkebunan. Industri sawit merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja cukup banyak dalam kegiatan operasionalnya, sejak pandemi Covid-19 berlangsung perkebunan sawit tetap beroperasi namun dengan menerapkan protokol kesehatan seperti disarankan pemerintah. Gabungan Pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) juga telah menyusun dan menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19 di perkebunan kelapa sawit.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan, pihaknya telah menginformasikan dan melakukan sosial-
isasi terkait protokol kesehatan tersebut kepada 13 cabang Gapki di daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Meski sudah menyusun protokol kesehatan pencegahan Covid-19,Gapkitetap minta seluruh karyawan atau pekerja di perkebunan sawit tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. “Mudah-mudahan dengan protokol kesehatan yang kami keluarkan bisa mencegah penularan Covid-19,” ujar dia saat Ngobrol Gapki Sesi 10 di Jakarta, Selasa (29/9).

Beberapa protokol pencegahan Covid-19 di perkebunan sawit adalah pemeriksaan kesehatan staf atau karyawan, jika
terdapat karyawan dengan suhu tubuh di atas 37 derajat disarankan memeriksakan diri ke dokter dan tidak masuk kerja. Setiap unit kerja wajib menyediakan sabun atau hand sanitizer, staf dan karyawan wajib menggunakan masker, tidak boleh melakukan kegiatan yang melibatkan keramaian atau banyak orang. Staf atau karyawan tidak dibolehkan menerima tamu tanpa persetujuan pimpinan. Di perkebunan sawit juga diperketat lalu lintas orang di pintu masuk/keluar, tidak boleh sembarangan orang masuk ke perkebunan, beberapa pintu yang dikontrol di perkebunan antara lain pintu masuk kebun, pintu masuk kantor kebun atau pabrik, dan pintu masuk ke perumahan.

Director of Milling PT Hindoli Anton Asmara mengatakan, pihaknya sudah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dan termasuk ketat menjalankan peraturan itu. Pencegahan Covid-19 bukan hanya urusan karyawan tapi juga perusahaan. Dengan kekompakan, Hindoli optimistis pandemi perlahan segera berakhir. Beberapa kebijakan pencegahan Covid-19 yang sudah dilakukan Hindoli adalah menghindari briefing di kantor dan melakukannya secara virtual. Komunikasi antara pekerja bisa dilakukan melalui grup whatsapp dan diupayakan tidak bertemu jika tidak penting. Hindoli juga sudah mendirikan posko Covid-19 dan bagian keamanan akan terus mengecek lalu lintas orang yang masuk ke perusahaan atau kantor. Epidemiolog UI Pandu Riono mengatakan, pandemi Covid-19 memang menjadi musuh utama tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia. Setiap negara mempunyai cara masing masing dalam mengatasi penyebarannya, ada yang dispilin dan tegas, ada yang lambat. Saat ini, dunia sedang sibuk mencari vaksin yang bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mencegahnya. “Untuk urusan protokol pencegahan Covid-19 di perkebunan sawit harus dijalankan dengan tegas karena industri sawit melibatkan banyak tenaga kerja. Harus ada sanksi bagi yang melanggar jika tidak maka kebijakan itu akan sia-sia. Tahun depan, belum tentu Covid-19 hilang tapi dengan kepatuhan dan kesadaran tidak ada yang tidak mungkin,” ujar dia.

 

Sumber: Investor Daily Indonesia