,

Kondisi Minyak Sawit Tahun 2021, Begini Proyeksinya

Kondisi Minyak Sawit Tahun 2021, Begini Proyeksinya

 

Tak dapat dimungkiri, masifnya pandemi Covid-19 sepanjang 2020 sempat melumpuhkan sejumlah sektor industri. Namun menariknya, sektor industri perkebunan kelapa sawit mencatatkan prestasi yang luar biasa sejalan dengan kenaikan harga dan iklim yang kondusif.

Terkait hal ini, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) memproyeksikan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional pada 2021 akan tumbuh sekitar 3 persen menjadi 48,4 juta ton dari 2019 yang sebanyak 47 juta ton. Produksi minyak inti sawit (crude palm kernel oil/CPKO) juga akan meningkat sekitar 4 persen dari 4,6 juta ton menjadi 4,8 juta ton pada 2021.

Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga juga meyakini akan terjadi peningkatan konsumsi minyak sawit dalam negeri sekitar 14 persen menjadi 19,75 juta ton pada 2021. Diproyeksikan mulai tahun depan, konsumsi domestik minyak sawit untuk pangan akan tetap ada yakni sekitar 8,8 juta ton, non-pangan sekitar 1,67 juta ton, dan biodiesel sekitar 9,2 juta ton.

Lebih lanjut Sahat menjelaskan, peningkatan konsumsi biodiesel ini akan terjadi apabila program B30 terus berjalan dengan baik. Selain aspek domestik, volume ekspor minyak sawit nasional juga diperkirakan akan meningkat sekitar 11 persen menjadi 36,7 juta ton.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, selama semester I-2020, produksi minyak sawit Indonesia dan turunannya tercatat sebesar 23,47 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan produksi semester I-2019 yang tercatat sebesar 25,88 juta ton.

Sebelumnya, Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis harga CPO pada 2021 akan lebih tinggi dibanding tahun ini.  Airlangga mengatakan, “minyak sawit diperkirakan akan mengalami sedikit kenaikan harga pada tahun 2021, menjadi sekitar US$668 per MT dari US$650 per MT pada tahun 2020.”

Pemicunya yakni permintaan minyak sawit yang diperkirakan akan pulih dan juga didorong perekonomian global yang kembali pulih mulai tahun depan. Kemudian, keberlanjutan kebijakan biodiesel di Indonesia juga meningkatkan permintaan para mitra dagang utama.