Lemhannas: industri sawit mampu jadi pelopor agrobisnis nasional

 

Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas Reni Mayerni menilai bahwa sektor pengembangan industrikelapa sawitsangat strategis bagi pembangunan perkebunan di Indonesia karena mampu menjadi pengungkit dan pelopor pembangunan agrobisnis nasional.

Reni menjelaskan selain sebagai komoditas pangan, ada dua potensi energi yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, yaitu biodiesel dan biopower.

“Biodiesel dihasilkan dari pengolahan lebih lanjut dari minyak kelapa sawit, sementara biopower dihasilkan melalui penggunaan residu pengolahan tandan buah segar atau TBS sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik,” kata Reni pada webinar bertajuk “Penguatan Pengelolaan Sawit secara Berkelanjutan” yang digelar virtual, Rabu.

Reni menjelaskan bahwa industri ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah dan menjadi sumber daya penting untuk pengentasan kemiskinan.

Dengan menyerap lebih dari 16 juta pekerja, industri sawit pun dinilai menjadi sektor strategis bagi perekonomian masyarakat.

Reni menambahkan bahwa minyak sawit merupakan produk pertanian yang paling siap sebagai sumber energi terbarukan.

“Kehadiran minyak sawit menjadi biodiesel sangat strategis untuk mendukung upaya pemerintah mengantisipasi krisis energi di masa depan serta membantu menekan subsidi Bahan Bakar Minyak atau BBM yang berasal dari energi minyak mentah,” kata Reni.

Ada pun rogram insentif Biodiesel melalui pendanaan dari BPDPKS yang implementasi pertamanya sejak Agustus tahun 2015 dan terlaksana sampai November 2020, telah menyerap biodiesel dari sawit sekitar 23,49 juta kiloliter (KL).

Jumlah tersebut setara dengan pengurangan Greenhouse Gas Emissions (GHG) sebesar 34,68 juta ton CO2 ekuivalen dan menyumbang sekitar Rp4,83 triliun Pajak yang dibayarkan kepada negara.

 

 

Sumber: Antaranews.com