Palm Oil Today

LPDB Siap Dukung Koperasi Bangun Pabrik CPO, Hilirisasi Sawit Rakyat Didorong

12 Aug 2026

Tandan buah sawit di depan fasilitas pengolahan CPO dengan kebun sawit di latar belakang

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi siap mendukung pembiayaan koperasi yang mengembangkan usaha pengolahan kelapa sawit, termasuk pembangunan pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Dukungan tersebut diarahkan agar koperasi dan petani tidak berhenti pada penjualan tandan buah segar, tetapi dapat mengambil bagian lebih besar dalam pengolahan dan hilirisasi sawit.

Tandan buah sawit di depan fasilitas pengolahan CPO dengan kebun sawit di latar belakang

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional ‘Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi’ di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (11/8/2026). ANTARA melaporkan, Ferry menilai pembiayaan menjadi instrumen penting agar koperasi mampu membangun kapasitas pengolahan dan memperluas usaha ke produk turunan kelapa sawit.

Kementerian Koperasi mencatat terdapat 222.462 koperasi di Indonesia. Di dalamnya terdapat 30.817 koperasi produsen dan 2.587 koperasi perkebunan. Sementara itu, komposisi perkebunan kelapa sawit nasional yang disampaikan Ferry terdiri atas 54 persen perusahaan besar, 43 persen perkebunan rakyat, dan 3 persen perkebunan negara.

Besarnya porsi perkebunan rakyat dinilai membuka peluang bagi penguatan koperasi dalam rantai industri sawit. Salah satu dukungan yang telah berjalan diberikan kepada Koperasi Mandiri Makmur untuk pembangunan pabrik CPO. Menurut Ferry, progres pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai 45 persen.

Dari kebun menuju pengolahan

Pengembangan pabrik CPO milik koperasi diarahkan untuk memperkuat posisi petani sekaligus menambah manfaat ekonomi yang tinggal di daerah. Dalam laporan ANTARA lainnya, Ferry mendorong koperasi perkebunan agar mampu mendirikan dan mengelola fasilitas pengolahan sendiri sehingga dapat berperan dalam pemenuhan minyak goreng maupun produk turunan sawit.

Model yang disampaikan mencakup penguatan koperasi yang sudah ada dan konsolidasi koperasi primer melalui badan usaha yang lebih besar. Pendekatan ini menempatkan koperasi bukan hanya sebagai wadah petani, melainkan sebagai pelaku usaha dari hulu hingga hilir.

Ferry juga mendorong PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) membangun ekosistem bersama koperasi dan petani. Model Federal Land Development Authority atau Felda di Malaysia disebut sebagai salah satu rujukan untuk mengonsolidasikan perkebunan rakyat sehingga petani memiliki posisi yang lebih kuat dalam rantai industri.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan koperasi di sekitar lahan akan diutamakan sebagai mitra untuk pemeliharaan tanaman, panen, dan kegiatan lain. Ia menyebut kemitraan tersebut juga ditujukan untuk mendukung hilirisasi sawit dan ketahanan pangan.

Harga CPO ikut menjadi konteks pasar

Di tengah dorongan penguatan pengolahan, InfoSAWIT melaporkan harga CPO KPBN Inacom pada Selasa (11/8/2026) ditetapkan Rp15.702 per kilogram, naik Rp34 per kilogram atau sekitar 0,22 persen dari hari sebelumnya. Pergerakan harga harian dan data pembanding dapat dipantau melalui data harga CPO GIMNI.

InfoSAWIT juga melaporkan persediaan minyak sawit Malaysia pada Juli 2026 mencapai 2,63 juta ton berdasarkan data Malaysian Palm Oil Board. Stok meningkat 3,32 persen dibandingkan Juni, sementara ekspor minyak sawit Malaysia dilaporkan tumbuh 14,50 persen secara bulanan menjadi 1,39 juta ton. Data tersebut menjadi latar pasar regional ketika penguatan kapasitas pengolahan berbasis koperasi mulai didorong di dalam negeri.

Sumber pantauan