JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS) dan  Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) IPB University menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Manfaat Minyak Makan Merah untuk Kuliner dan Kesehatan di Bandung pada 11 Agustus 2023 yang diikuti oleh berbagai stakeholder meliputi Usaha Kecil Menengah dan koperasi (UKMK), pekebun sawit, perangkat desa,akademisi, mahasiswa dan komunitas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Kepala SBRC IPB University , Meika Syahbana Rusli menyampaikan pengolahan minyak kelapa sawit menjadi minyak makan merah akan mendukung peningkatan nilai tambah sawit yang dapat dirasakan langsung manfaatnya terutama di level petani sawit. Pengolahan minyak sawit merah menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani sawit dan mendukung program sirkular ekonomi yang direncanakan pemerintah.. Proses pengolahan minyak sawit menjadi minyak makan merah dapat dijalankan pada kapasitas olah yang lebih kecil sehingga terjangkau oleh para petani sawit dan dapat dijual langsung. Kegiatan sosialisasi minyak makan merah diharapkan mampu membuka peluang potensi pemanfaatan minyak makan merah untuk berbagai produk olahan. Hal yang perlu diperhatikan saat konsumsi adalah bagaimana menjaga agar kandungan karoten dan fitonutrien lainnya tetap terjaga selama pengolahan, dengan mencegah pemanasan yang berlebih.

Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya BPDPKS dalam mensosialisasikan dan mempromosikan kebaikan sawit dalam menghadapi kampanye negatif terhadap sawit Indonesia. Minyak Makan Merah (M3) merupakan salah satu produk hasil riset yang berpotensi untuk dikomersialisasikan. BPDPKS siap memberikan support agar minyak makan merah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang lebih luas termasuk pemanfaatannya untuk peluang pengembangan usaha bagi UKMK. Minyak makan merah menemui tantangan terutama terkait pemahaman masyarakat padahal di dalam minyak makan merah terkandung berbagai nutrisi penting seperti Vitamin A, Vitamin E dan beta karoten yang masih tinggi. Minyak Makan Merah juga relevan dengan kebijakan jangka pendek pemerintah Presiden Joko Widodo pada tahun 2024 untuk menekan stunting

Anggota Komite Riset BPDPKS Tatang Hernas Soerawidjaja menyampikan selama ini dilakukan pemurnian minyak sawit dengan menghilangkan warna merahnya atau pigmen beta karoten, namun setelah pemurnian diwajibkan fortifikasi dengan vitamin A yg masih diimpor. Padahal beta karoten dapat diuraikan oleh tubuh menjadi dua  molekul vitamin A, yang sangat penting dalam pencegahan berbagai penyakit seperti gangguan penglihatan dan stunting. Potensi isolasi beta karoten sendiri dari CPO sangat besar, sebelum dilakukan proses biodiesel, mengingat sebanyak 10 juta ton CPO kita saat ini dikonversi menjadi biodiesel

Dalam kegiatan ini peserta sosialisasi mendapatkan materi tentang Teknologi produksi CPO dan minyak makan merah,manfaat Kesehatan dan penyajian minyak makan merah, pengembangan produk turunan minyak makan merah, potensi dan Analisa usaha minyak makan merah dan ditutup dengan praktek pembuatan produk turunan minyak makan merah.

Sumber:
bpdp.or.id
sawitindonesia.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *