Menakar Manfaat Program Biodiesel Sawit 30% (B30)

InfoSAWIT, JAKARTA – Tahun 2024 diprediksi kebutuhan minyak biodiesel 100% (B100) bertambah 10% menjadi 15,07 juta Kl, artinya ada 17,3 juta ton CPO yang dibutuhkan. Jika menggunakan asumsi yang sama dengan yang sebelumnya, maka “laba bersih” yang dibayarkan kepada perusahaan kelapa sawit akan bertambah menjadi Rp 166,116 triliun. Suatu jumlah yang berarti untuk memperbaiki perekonomian negara kita.

Apakah benar ada penghematan devisa? Benar sekali jika dilihat dari sektor, karena impor minyak solar berkurang, akan tetapi jika dilihat dari sektor perkebunan ada peluang ekspor yang hilang, artinya penghematan devisa secara nasional tidak terjadi.

Namun demikian fungsi yang paling utama adalah membantu menyerap CPO nasional dan menjaga kestabilan harga telah tercapai. Alokasi ekpor CPO ke Uni Eropa sudah dapat ditutupi oleh pembelian domestik untuk biodiesel. Dampaknya negara luar sulit untuk mendikte RI dalam masalah ini, CPO saat ini telah menjadi komoditi strategis, yang dapat diandalkan, sayangnya masih didominasi oleh perusahaan asing.

Perusahaan perkebunan, hidupnya tergantung dari jumlah produksi yang dihasilkan, sehingga produktivitas menjadi kunci keberhasilan perusahaan ini. Metoda Production Force Management yang terdiri dari manajemen akar dan kanopi, telah memungkinkan mendongkrak produktivitas antara 30-100% dengan biaya yang relatif sama.

Artinya keuntungan yang akan diperoleh oleh petani dan perusahaan akan bertambah besar. Jika saja seluruh uang diperoleh berada tetap di dalan negeri, tentu manfaatnya menjadi besar buat kemakmuran bangsa. Sebaliknya jika uang hasil perkebunan dibawa ke luar negeri tentu hanya orang asing yang akan menikmatinya.

Penulis berharap kedepan Kementerian Pertahanan harus menjadi koordinator di dalam program strategis seperti ini, sehingga komoditi strategis dapat dijadikan “senjata” juga dalam negosiasi dan percaturan politik dengan luar negeri. Masalah kelapa sawit bukan hanya masalah perdagangan biasa, karena menyangkut nasib jutaan orang yang terlibat dalam industri terbarukan ini serta jutaan ha lahan yang digunakan beserta seluruh multiplier effect yang dihasilkannya serta martabat bangsa.

 

Sumber: Infosawit.com