PRODUK Indonesia, seperti minyak kelapa sawit dan ban, saat ini mengalami hambatan tarif di Turki yang menyebabkan penurunan nilai ekspor secara tajam. Salah satu penyebab hambatan perdagangan Indonesia-Turki ialah kedua negara belum memiliki perjanjian perdagangan bebas.

Karena itu, percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA) diharapkan dapat mengatasi hambatan dan mendorong peningkatan kinerja perdagangan kedua negara.

“Potensi pertumbuhan perdagangan kedua negara sangat besar dengan adanya IT-CEPA karena penurunan tarif yang akan dinikmati akan membuat produk semakin kompetitif,” ungkap Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita saat membuka Forum Bisnis Indonesia-Turki di Istanbul, Turki, Kamis (11/7).

Selain itu, Mendag menyampaikan bahwa kedua pemimpin negara telah sepadat agar perundingan IT-CEPA dapat segera diselesaikan tahun ini. “Penyelesaian IT-CEPA akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari perdagangan barang agar dapat segera memperluas akses perdagangan,” imbuh Mendag dalam keterangan resminya.

Forum Bisnis Indonesia-Turki menjadi awal dari kegiatan Mendag selama kunjungan kerja ke Turki. Forum bisnis ini diikuti sekitar 90 pelaku usaha Turki dan Indonesia yang bergerak di sektor minyak kelapa sawit (CPO), makanan olahan, bubur kertas, kertas, karet, jasa keuangan, jasa perjalanan, dan lainnya.

Kepada para pelaku usaha di Turki, Enggartiasto mengatakan kondisi perekonomian Indonesia yang kondusif merupakan peluang bagi para pelaku usaha Turki untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengembangkan investasi dan perdagangan.

Pada forum itu, Konsul Jenderal RI di Istanbul Herry Sudradjat menyatakan perdagangan Indonesia-Turki berpotensi terus ditingkatkan. “Produk Turki dan Indonesia saling melengkapi sehingga peluang untuk tumbuh cukup besar,” katanya.

Selain ke Turki, Kementerian Perdagangan juga terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor ke pasar-pasar yang selama ini belum tergarap maksimal, salah satunya kawasan Pasifik.

 

Sumber: Media Indonesia