JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Partisipasi Wilmar Indonesia membantu masyarakat dalam pencegahan Covid-19 mendapatkan pujian Menteri Dalam Negeri R, Tito Karnavian. Adalah PT. Wilmar Nabati Indonesia yang dikenal sebagai produsen minyak goreng, melakukan diversifikasi dengan memproduksi deterjen handwash merek “Cheerose” dengan bahan minyak kelapa sawit

“Saya berterima kasih kepada grup Wilmar Indonesia. Deterjen pencuci tangan ini adalah salah satu alat mencegah covid-19 karena virus ini akan mati dan hilang dari tangan kita bila dicuci dengan memakai deterjen pelarut lemak seperti ini”, kata Tito seperti dilansir dalam laman resmi Kementerian Dalam Negeri.

Pernyataan ini disampaikan saat menerima perwakilan Wilmar, MP Tumanggor yang menyerahkan 200 jerigen kepada Kemendagri, pekan lalu di Kantor Kemendagri, Jakarta.

Tito menjelaskan seperti arahan Presiden, ibarat perang, kita, pemerintah, masyarakat dan sektor swasta harus bekerjasama melawan serangan Covid 19 ini. “Saya berharap agar pihak dunia usaha lainnya bergerak terus secara terpadu bersama dengan Pusat, Pemerintah Daerah serta UKM dan masyarakat untuk memproduksi berbagai kebutuhan kesehatan seperti masker, APD dan juga kebutuhan pangan masyarakat”, lanjut Mendagri.

MP Tumanggor, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia menjelaskan bahwa perusahaan belum pernah memproduksi deterjen. Ini produksi kami yang pertama karena ingin berpartisipasi melawan Covid19 sesuai arahan Bapak Mendagri saat kami mengikuti paparan beliau di Pemprov Sumatera Selatan 22 maret lalu,” ujar Tumanggor saat penyerahan bantuan deterjen tersebut.

“Kami akan melibatkan tenaga kerja masyarakat, khususnya yang terkena PHK di dalam pengemasannya, lanjut Tumanggor.

Hadir dalam kegiatan ini Dirjen Administrasi Wilayah Safrizal ZA dan Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga, Irjen Mahendrata dan Fajar serta Plt Dirjen Polpum Bachtia.

Sesuai arahan Presiden Jokowi dalam ratas lewat teleconference menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk memobilisasi peran industri nasional, baik di bidang kesehatan maupun pangan menghadapi Covid 19. Tujuannya agar memenuhi kebutuhan nasional penanganganan covid 19 sehingga industri nasional, khususnya UKM, tetap berproduksi, dan juga, mengurangi ketergantungan impor atas barang kebutuhan yang berhubungan dengan Covid 19.

Arahan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Mendagri Tito Karnavian. Lewat Kepmendagri No 440-504 Tito membentuk Gugus Tugas di lingkungan Kemendagri yang berfungsi mendata kebutuhan aneka alat kesehatan, baik yang dibutuhkan oleh rumah sakit, tenaga medis dan masyarakat seperti masker, deterjen hand sanitiser, ventilator, APD yang dibutuhkan oleh seluruh daerah di Indonesia.

Gugus Tugas ini juga mendata industri nasional, UKM/Mikro yang dapat memproduksi bahan kebutuhan kesehatan tersebut. Juga kebutuhan pokok masyarakat seperti pangan di data secara detail dalam jumlah dan jenis. Pengumpulan data dilakukan secara bottom-up atau dari bawah bersumber dari 540 Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Atas dasar datas tersebut, Mendagri Tito melakukan rakor antara 540 Pemerintah Daerah dengan Kementerian Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian serta diikuti asosiasi pengusaha seperti Apindo, Kadin, untuk mensinkronkan kebutuhan dan produksi alat kesehatan dan pangan agar terjamin aman.

 

Sumber: Sawitindonesia.com