Palm Oil Today

Minyak Sawit Merah Didorong Jadi Pangan Fungsional, Emulsi dan Suplemen Dinilai Lebih Tepat

24 Jul 2026

Minyak sawit merah dan emulsi nutrisi di meja laboratorium pengolahan pangan

Minyak sawit merah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional, terutama dalam bentuk emulsi atau suplemen. Arah pemanfaatan tersebut disebut lebih tepat daripada menjadikannya minyak goreng sehari-hari karena dapat membantu mempertahankan komponen nutrisi alaminya.

Minyak sawit merah dan emulsi nutrisi di meja laboratorium pengolahan pangan

Pandangan itu disampaikan Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian Prof. Endang Prangdimurti dalam orasi ilmiah berjudul Pencernaan In Vitro sebagai Landasan Ilmiah Pengembangan Pangan Fungsional dan Penilaian Alergenisitas Pangan, sebagaimana diberitakan Media Indonesia pada Kamis, 23 Juli 2026.

Endang menjelaskan, pengembangan pangan fungsional tidak cukup hanya bertumpu pada kandungan gizi suatu bahan. Komponen bioaktifnya juga perlu dibuktikan dapat dilepaskan selama proses pencernaan dan diserap tubuh.

Kandungan nutrisi perlu dipertahankan

Menurut Endang, minyak sawit merah kaya karotenoid dan tokoferol. Kedua senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan serta menjadi sumber provitamin A dan vitamin E. Namun, kandungannya dapat berkurang ketika minyak sawit melalui proses pemurnian menjadi minyak goreng berwarna bening.

Media Indonesia juga melaporkan bahwa penggunaan minyak sawit merah untuk menggoreng menghadapi keterbatasan lain. Warna kemerahan dapat berpindah ke makanan, sedangkan hasil gorengan dinilai kurang renyah. Karena itu, pengembangan produk dalam bentuk emulsi atau suplemen dinilai lebih efisien untuk menjaga kandungan karotenoid dan tokoferol.

Formulasi dan penerimaan konsumen menjadi tantangan

Prospek tersebut masih disertai tantangan pengembangan produk. Rasa getir pada minyak sawit merah perlu diperbaiki melalui inovasi formulasi dan teknologi pengolahan agar produk lebih mudah diterima konsumen Indonesia.

Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk memastikan senyawa aktif yang dipertahankan dalam produk benar-benar dapat diserap tubuh secara optimal. Dengan pendekatan itu, minyak sawit merah berpeluang dikembangkan bukan sekadar sebagai komoditas perkebunan, melainkan sebagai bahan pangan bernilai tambah.

Sumber pantauan