Penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir September 2026 dilaporkan mencapai Rp240,28 triliun, setara 71,51% dari target APBN 2026.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan realisasi tersebut tumbuh 8,57% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (6/10/2026), Suahasil menyebut Bea Cukai mencatat penerimaan negara Rp240,28 triliun hingga September 2026 atau 71,51% dari target APBN.
EmitenNews.com melaporkan minyak sawit mentah atau CPO memberi kontribusi cukup besar dari sisi bea keluar per Agustus 2026.
Kontribusi CPO dalam laporan itu ditempatkan khusus pada komponen bea keluar, bukan sebagai seluruh penerimaan kepabeanan dan cukai hingga September.
Sumber tersebut mengaitkan kontribusi bea keluar CPO per Agustus dengan kenaikan harga CPO dan peningkatan volume ekspor.
Pada realisasi per Agustus, penerimaan kepabeanan dan cukai disebut mencapai Rp210,2 triliun dan tumbuh 7,8% secara tahunan.
Suahasil juga menyebut penguatan sumber daya manusia, teknologi dan intelijen, serta proses bisnis yang efektif sebagai tumpuan Bea Cukai menghadapi tantangan perdagangan ke depan.
Sumber pantauan
- Penerimaan Bea Cukai Capai 71,51 Persen, CPO Berperan Besar — https://emitennews.com/news/penerimaan-bea-cukai-capai-7151-persen-cpo-berperan-besar — 6 Oktober 2026