PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah menguji coba beberapa mesin pembangkit dengan menggunakan 100% bahan bakar nabati (BBN) jenis minyak sawit (crude palm oil/cpo).

“Uji coba dengan CPO sudah kami lakukan. Diuji pada mesin MAK#1 dan MAK#2,” kata Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Machnizon Masri di Jakarta Convention Center, kemarin.

Ia menjelaskan salah satu hasil ujinya ialah hasil pembakaran tidak sebaik biodiesel 20% atau B20. Kemudian, pasokan CPO untuk uji coba juga mengalami kendala yakni kekurangan pasokan.

Uji coba CPO tersebut dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kanaan, Bontang, Kalimantan Timur. Untuk pasokan, saat ini PLN tengah menyiapkan 167 ton CPO untuk runing test.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Budi Santoso Syarif mengatakan program pemanfaatan BBN dari olahan sawit berpotensi menghemat anggaran impor hingga US$500 juta per tahun.

“Dari sawit dapat menghasilkan minyak sebesar 8,7 juta ton per tahun, dan dari hasil minyak sawit tersebut mampu mengurangi BBM hingga 160 ribu barel per hari,” kata Budi Santoso pada Seminar Green Energy di Jakarta.

Lebih lanjut ia menjelaskan, 160 ribu barel BBM per hari tersebut setara dengan penghematan US$500 juta.

Saat ini, luas lahan sawit mencapai 14,3 juta hektare, 40,6% di antaranya dimiliki petani dan sisanya dimiliki BUMN dan swasta.

Pertamina sudah mampu mengolah sawit menjadi bahan bakar dengan pencampuran 30% ke dalam BBM menjadi biodiesel 30% atau B30.

Selain itu. pemanfaatan sawit yang berasal dari dalam negeri juga dapat meningkatkan ketahanan energi secara nasional.

Dalam kesempatan lain, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan tahapan uji coba bahan bakar B30 akan berakhir pada Oktober 2019.

“B30 masih dalam uji coba, nanti berakhir bulan Oktober,” kata Arcandra.

 

Sumber: Media Indonesia