Pohon sawit adalah salah satu tanaman yang hingga saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman yang satu ini dijadikan sebagai komoditas yang terus diperbarui dan tidak ada habisnya. Hal tersebut dikerjakan banyak petani karena banyak manfaat dari pohon sawit ini terutama untuk kehidupan manusia. 

Sejarah Pohon Sawit

Pohon sawit sendiri berasal dari daerah Afrika Barat – Sekitar Angola dan Gambia– dan merupakan tanaman hutan. Pohon sawit ini juga disebut dengan Elaeis guinensis. Menurut informasi yang ada, pada tahun 1848, benih sawit dibawa ke Indonesia oleh seorang peneliti Belanda bernama Dr. D.T.Pryce  dan ditanam di  Kebun Raya Bogor yang kemudian  menjadi kebun sawit  yang luas  sejak tahun 1911 di Sungai Liat (Aceh) dan  Deli ( Pantai Timur Sumatera Utara).

Alasan Pohon Sawit disebut Pohon Ajaib

Pohon sawit tumbuh subur di daerah khatulistiwa dengan curah hujan yang tinggi di sekitar 3.000 mm/tahun dan mendapatkan sinar matahari sekitar 6 -7 jam per hari. “Sawit adalah anugerah terbesar bagi negara kita. Sawit ini disebut sebagai pohon ajaib, ada beberapa elemen sawit yang tak bisa disaingi oleh minyak nabati lain. Oleh karena itu, sawit tidak boleh dimusuhi,” ucap Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dalam Media Gathering: Powered by Palm Oil, Apical Group, Jakarta.

8 Karakteristik Khas Pohon Sawit

Selain alasan yang telah disampaikan sebelumnya, buah sawit juga mengandung minyak trigilicerida, juga kaya akan nutrisi alami serta hasil biomassa yang berlimpah. Inilah yang membuat Pohon Sawit dikatakan oleh PASPI dan Sahat Sinaga sebagai  “Pohon Ajaib”, karena berbagai kelebihan  utama dari karakteristik yang dimilikinya, antara lain:

  1. Satu-satunya jenis buah berminyak nabati yang menghasilkan 2 jenis minyak sekaligus

Adapun kedua minyak yang dimaksud itu, yaitu jenis Palmitik (C-16) berasal dari daging buah dan jenis Laurik (C-12, seperti minyak kelapa) dari Inti sawit.

  1. Termasuk tanaman atau pohon penghisap air yang rendah

Hanya menyerap air sekitar 1.104 mm per tahun, dibandingkan dengan 8 jenis pohon hutan lainnya, seperti Cemara, Lamtoro, Acasia, Sengon, Teh, Karet, Bambu dan Jati, dan yang tertinggi penghisap air adalah  pohon  Lamtoro dan Bambu, yaitu sekitar 3.000 mm air per tahun.

  1. Minyak Sawit memiliki komposisi asam lemak yang seimbang

Dengan komposisi lemak yang seimbang minyaksawit berbentuk semi padat pada temperature ruang, sekitar  30 derajat celcius

  1. Kandungan lemak jenuh antara 51% -53 % (Palmitic 49% dan Stearat sekitar 4%). 
  2. Lemak tak jenuh berada di sekitar 47 – 49%       

Komposisi asam lemak yang seimbang ini menjadikan minyak sawit banyak dipergunakan pada pabrik susu, karena kemiripan komposisi asam lemaknya mirip sekali dengan air susu ibu.  

  1. Kaya akan nutrisi-mikro ( Phytonutrients)

Adapun nutrisi-mikro tersebut, antara lain: a.l Carotenoids ( pro-Vitamin A) , Vitamin E ( antioxidant) , Squalene, Phytosterols , Ubiquinone , SqualeneOmega 6 and  9.  Minyak sawit ini bisa  dipakai sebagai Vitamine  Supplement yang  berkemampuan untuk  mengurangi dan mencegah kurang-vitamin ( Malnutrisi )  dan Stunting.

  1. Satu-satunya minyak nabati yang mengandung nutrisi “tocotrienols”

Seperti yang kita tahu, nutrisi “tocotrienols” ini memiliki kemanjuran untuk melindungi tubuh dari penyakit jantung dan kanker.

 

  1. Minyak Sawit tidak mengandung lemak berbahaya bagi Kesehatan manusia

Contoh lemak berbahaya adalah trans-fat, dan minyak sawit tidak mengandungnya dan oleh karena itu, minyak ini sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh FDA (US Food & Drug Association).

  1. Penghasil minyak nabati tertinggi diantara minyak nabati lainnya

Yakni 4,69 ton minyak (CPO +CPKO)/ha/thn dibandingkan dengan Rapeseed, minyak bunga matahari dan minyak soybean berturut-turut berkisar 0,69; 0,52 dan 0,45 ton minyak/ha/thn.

  1. Penghasil bio-massa tertinggi diantara tanaman penghasil minyak nabati lainnya, 

Per 1 ton minyaksawit  akan terbawa 9,3 ton biomass (serat sellulosa) dibandingkan dengan Rapeseed dan minyak nabati lainnya, yaitu per 1 ton minyak akan terikut hanya sekitar 0,6 -0,8 ton biomass (serat sellulosa).

Informasi teknis dan penting tersebut diatas mengenai pohon sawit ini perlu diketahui oleh masyarakat luas supaya tidak salah persepsi tentang pohon sawit yang tumbuh subur di Indonesia. Sehingga masyarakat luas dapat memiliki pemahaman sendiri tentang apa itu sebenarnya pohon sawit. Dan juga agar tidak salah persepsi dan percaya dengan hal-hal negatif yang dihembuskan oleh  daerah atau masyarakat dari negara penghasil minyak nabati lainnya.