Saya tidak menyangka bahwa limbah kelapa sawit dapat menjadi sumber energi yang bisa dimanfaatkan, teruma limbah tandan kosong dan batang sawit. Buktinya, perusahaan asal Jepang DSJ Holding berminat dengan potensi energi dari limbah tersebut.

Orang Indonesia memang belum melihat jauh ke depan soal potensi energi tersebut. Namun, bagi pimpinan perusahaan tersebut, terbuka potensi besar untuk mengolah limbah kelapas sawit di Provinsi Riau menjadi sumber Energi Terbarukan seperti pelet biomassa.

Bila kita perhatikan, selama ini produk dari tanaman kelapa sawit hanya memanfaatkan buah sawit segar dan menyisakan limbah di lapangan. Padahal, dengan teknologi yang tepat, dan perusahaan itu memilikinya, limbah tadi dapat diolah menjadi sumber Energi Terbarukan dengan bentuk pelet dan tentu saja ramah lingkungan.

Pengolahan limbah itu juga dijamin ramah lingkungan sehingga mengurangi potensi emisi karbon.

Siapa pun pihak yang mengolah limbah tersebut menjadi energi, tentu harus ramah lingkungan dengan dukungan teknologi yang memadai. Kabarnya, perusahaan Jepang tersebut sudah menyatakan kesiapannya mengolah sekitar 250.000 ton limbah menjadi pelet.

Adanya kesiapan investor asing tersebut tentunya harus disambut dengan tangan terbuka. Sejauh ini, karena lokasinya berada di Riau, biasanya para investor membangun fasilitas produksi di daerah Tanjung Buton atau Dumai, yang memang sudah ditetapkan sebagai kawasan industri oleh pemerintah. Keuntungannya adalah kawasan tersebut dekat dengan jalur pelayaran internasional dan negara tetangga.

Keunggulan lainnya, dari dua daerah industri itu adalah akses wilayahnya yang terhubung dengan kabupaten lain yang memiliki perkebunan kelapa sawit berskala besar.

Di Dumai untuk kawasan industrinya ditetapkan 2.500 ha, sedangkan yang terpakai baru 500 ha, jadi masih ada sisa 2.000 ha bisa dijadikan lahan pembangunan pabrik yang strategis.

 

Sumber: Bisnis Indonesia