Alternatif Protein Indonesia (API) sebagai representatif Alternative Protein Corp(APC) dan Franhoufer IME bersama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menggelar seminar Scientific Creativity and Innovation in the Future of Sustainable Palm Oil pada penghujung Februari 2020, di PPKS Medan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Franhoufer IME, Prof Dr Andreas Vilcinskas, SEVP Produksi PTPN III, Adi Fitria, Mr. Chanarong Sanduan dari Entomocosmetics Oricga (Thailand), dan sejumlah dosen serta mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Seminar ini merupakan komunikasi riset yang sedang berjalan; The role of yellow biotechnology in the future of insects as applied to food and feed, medicine, chemicals, nutraceuticals, agriculture (crops & soil), yang dilakukan oleh API, Franhoufer IME, dan PPKS. Hal ini sekaligus membuka peluang kerjasama penelitian, baik antar ketiga lembaga tersebut, maupun bersama perguruan tinggi. Kerja sama penelitian diharapkan dapat mengatasi permasalahan pengolahan limbah kelapa sawit.

API telah membangun Insect Bio Reactor (lBR) pada proven-scaledi Sei Mangkei untuk pengembang biakan biorefinery BSF yang akan menghasilkan produk protein alternatif. Operasional bio refinery BSF menggunakan tandan kosong dan bungkil sawit. PT. API telah berhasil dalam program breeding BSF dari Sumatera yang mempunyai karakter superior dibandingkan dengan BSF Eropa dan BSF Jawa. Sementara itu, Dr. Frisda Rimbun Panjaitan dari PPKS juga menjelaskan manfaat lainnya yang dimiliki oleh BSF, di antaranya BSF dapat menghasilkan fatty acid, lipid, kitin, dan protein.

Sumber: Sawitindonesia.com