PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mencatat nilai premi dari penjualan produk minyak sawit bersertifikat mencapai Rp190,78 miliar sepanjang Januari–September 2026. Berdasarkan keterangan perusahaan yang diberitakan ANTARA pada 14 Oktober 2026, nilai tersebut meningkat 47,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Premi tersebut merupakan tambahan nilai ekonomi dari penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) yang telah memperoleh sertifikasi keberlanjutan. Nilainya bertambah Rp61,76 miliar dari Rp129,02 miliar pada Januari–September 2025.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan sertifikasi ditempatkan sebagai bagian dari transformasi tata kelola perusahaan. Menurut dia, standar keberlanjutan perlu diterapkan sebagai sistem kerja yang terintegrasi dalam operasional agar proses berjalan konsisten, efisien, dan bertanggung jawab.
Sertifikasi menjangkau kebun dan pabrik
Hingga Agustus 2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit dan 124 kebun yang dikelola PalmCo telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). RSPO merupakan standar internasional yang digunakan untuk produksi minyak sawit berkelanjutan.
Perusahaan juga melaporkan penerapan ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu pada 176 unit, ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan pada 143 unit, serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada 191 unit. Selain itu, sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000 diterapkan pada tiga unit dan sistem manajemen antipenyuapan ISO 37001 pada delapan unit.
Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menyatakan penerapan standar tersebut menjadi bagian dari pengintegrasian prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG dalam kegiatan operasional perusahaan. Salah satu penerapannya dilakukan melalui pengembangan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan limbah kelapa sawit agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak operasional terhadap lingkungan.
Akses pasar dan ketertelusuran
PalmCo menilai sertifikasi keberlanjutan berpotensi memperluas akses pasar produk sawit Indonesia, terutama di pasar yang mensyaratkan standar lingkungan dan ketertelusuran produk. Perusahaan menyatakan akan melanjutkan perluasan sertifikasi serta memperkuat tata kelola, efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan ekonomi sirkular.
Perkembangan premi produk bersertifikat berlangsung ketika pemerintah juga mendorong ekspor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Dalam pembukaan Trade Expo Indonesia 2026 pada 14 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi Bahlil Lahadalia menyebut hilirisasi sebagai salah satu jalur untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas akses pasar produk Indonesia.
Untuk mengikuti perkembangan pasar bahan baku industri minyak nabati, pembaca dapat mengakses data harga CPO GIMNI yang diperbarui secara berkala.
Sumber pantauan
- ANTARA: PalmCo catat premi sawit Rp190,78 miliar hingga September 2026 — 14 Oktober 2026.
- ANTARA: Bahlil dorong ekspor bernilai tambah tinggi lewat hilirisasi SDA — 14 Oktober 2026.
- HaiSawit: Perjanjian dagang Indonesia buka peluang ekspor sawit ke pasar Eropa dan Eurasia — 14 Oktober 2026.
- HaiSawit: Kemdiktisaintek jajaki kolaborasi riset pemanfaatan batang kelapa sawit dengan Australia — 14 Oktober 2026.
- HaiSawit: Menkeu Suahasil dorong mobilisasi investasi swasta untuk hilirisasi dan pekebun sawit — 14 Oktober 2026.
- HaiSawit: Rincian harga TBS sawit mitra plasma Riau periode 14–20 Oktober 2026 — 14 Oktober 2026.
- TPID Kota Pekanbaru: Pantauan harga pangan harian, termasuk minyak goreng — pembaruan 14 Oktober 2026.
- Satgas Sawit Bappenas: Dasbor data sawit Indonesia — pembaruan 14 Oktober 2026.