Presiden RI, Joko Widodo meminta pelaku sawit untuk memperhatikan pemakaian teknologi sawit. Yang menarik dalam pidatonya, Presiden menyebutkan supaya STIPER (Instiper) berperan dalam penggunaan teknologi untuk Perkebunan Kelapa Sawit.

Saat berpidato,Jokowi berpesan mengoptimalkan pemakaian teknologi maju pada perkebunan Kelapa sawit. Teknologi sangatlah penting bagi kemajuan industri. “Kemajuan teknologi berperan dalam praktek keberlanjutan industri kelapa sawit agar tidak terus dikritik dari LSM kiri-kanan dan atas-bawah,”ujarnya dalam Pembukaan IPOC 2018, di Nusa Dua, Senin (29 Oktober 2018).

Jokowi meminta pengembangan teknologi bibit yang tahan hama penyakit dan mampu meningkatkan produksi yield buah.

“Disinilah fungsi Stiper (Instiper Yogya) dan lembaga lain,”pinta Jokowi.

Saat nama Stiper disebutkan, langsung Rektor Instiper Yogkarta, Dr.Purwadi berdiri dan memberikan salam hormat. Bersamaan itu, peserta memberikan tepuk tangan sangat meriah.

Presiden Jokowi sejenak menghentikan pidatonya. Dia melanjutkan bahwa pemerintah ingin produktivitas ditingkatkan supaya Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

“Produktivitas Malaysia bisa 6 ton, kita (Indonesia) baru 3-4 ton. Jangan sampai kalah dari negara tetangga, toh kita sama-sama pintar,” kata Presiden.

Selesai pembukaan IPOC, Dr. Purwadi, Rektor Instiper Yogyakarta merasa bangga nama Stiper disebutkan Presiden Jokowi dalam pidatonya. “Saya tidak menduga Presiden telah mengenal Stiper (Instiper),”ujarnya dalam perbincangan dengan redaksi sawitindonesia.com.

Sebelum seremoni pembukaan IPOC, Purwadi bercerita, sebenarnya telah diperkenalkan Presiden Jokowi melalui Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono.

Saat itu, Joko Supriyono mengatakan,”Pak Presiden perkenalkan ini Rektor Instiper,” cerita Purwadi. Lalu Presiden menjawab,”STIPER” Oh ya, saya tahu yang Universitas Sawit itu.”

Purwadi menuturkan Instiper Yogyakarta dapat menjawab keinginan Presiden Jokowi yang meminta adanya fakultas sawit dan kopi seperti diungkapkan selama ini. Sebagai lembaga pendidikan tinggi perkebunan, Instiper telah menerima kepercayaan dari berbagai perusahaan untuk mendidik SDM perkebunan sawit sejak 2005, dan telah meluluskan lebih dari 2000 Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit dan juga Diploma satu Sawit.

“Jadi ini perjalanan panjang dalam membangun track record. Dan yang dikembangkan Instiper sejalan dengan keinginan Presiden. Kami siap dukung teknologi sawit,”paparnya.

Joefly Bahroeny, Ketua Dewan Pembina GAPKI, juga memberikan pujian kepada Instiper Yogyakarta.”Ternyata Presiden Jokowi juga mengupdate informasi sawit seperti Instiper ini,”katanya.

Perkembangan terkini Instiper yaitu membentuk lembaga baru untuk mendukung dan memperkuat posisi INSTIPER Yogyakarta. Keenam lembaga ini antara lain Center of Inovation for Applied Technology (CIAT), Artificial Intelegent Reaserch and Inovation Center (AIRICA) Center of English for University Student& Profesional(CEUSF), Center of Instiper External Services (CIES), Stiper Edu Agro Tourism(SEAT), dan Stiper Eco Agro Forest Industry (SEAFI). Dan proyek besar Stiper TechnoAgroForest EduPark (STAFEP) Taman Pintar Perkebunan dan Kehutanan berikut Industrinya.

 

Sumber: Sawitindonesia.com