InfoSAWIT, JAKARTA – Peningkatan nilai tambah industri kelapa sawit nasional saat ini terus didorong. Semisal salah satu potensinya menjadi Sorbitan Monooleat, merupakan jenis surfaktan yang bisa disintesis dari minyak kelapa sawit.

Produksi minyak kelapa sawit Indonesia terus meningkat dan telah menjadi produsen terbesar di dunia. Produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 29,34 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata 8,2% per tahun dan luas perkebunan mencapai 16,38 juta hektar pada tahun 2020 (Ditjen Perkebunan,). Pada tahun 2020, konsumsi CPO dalam negeri sebesar 17,2 juta ton dan ekspor CPO sebesar 25,2 juta ton (prediksi GIMNI). Selain CPO terdapat pula minyak sawit lain yaitu minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO), dengan perbandingan antara produksi CPO dan PKO berkisar ~ 8,5:1.

Peningkatan produksi akan memberikan dampak yang sangat berarti, jika diikuti dengan upaya peningkatan nilai ekonomi minyak sawit melalui peningkatan daya guna dalam menghasilkan produk yang bernilai ekonomi relatif tinggi. Minyak sawit merupakan bahan baku penting bagi industry surfaktan yang memiliki nilai tambah jauh lebih tinggi dari crude oil atau oleokimia dasar.

Akhir-akhir ini masyarakat sangat selektif dalam memilih produk kebutuhan sehari-hari dan semakin peduli terhadap lingkungannya, sehingga produk-produk yang ramah lingkungan menjadi pilihan utama, tidak terkecuali dalam memilih bahan surfaktan. Salah satu bahan surfaktan penting adalah untuk produk makanan. Minyak sawit dengan produksinya yang melimpah sehingga kesinambungan supply yang menjamin dan lebih murah dibanding minyak/lemak lain merupakan bahan yang semakin penting dalam industry tersebut. Salah satu jenis surfaktan yang dapat disintesis dari minyak kelapa sawit adalah Sorbitan Monooleat.

Sorbitan monooleat atau Polisorbat 80 merupakan serangkaian bagian ester asam lemak dari sorbitol.  Polisorbat terdiri atas 20 unit oxyethylene yang merupakan surfaktan nonionik hidrofilik. Sorbitan monooleat adalah surfaktan nonionik dan pengemulsi yang merupakan turunan dari polietoksilat sorbitan dan asam oleat, dan sering digunakan pada makanan. Sorbitan monooleat biasa digunakan secara umum sebagai bahan pengemulsi dalam pengolahan emulsi minyak dalam air yang stabil. Polisorbat juga digunakan sebagai bahan pemerlarut untuk berbagai bahan termasuk minyak esensial dan vitamin yang larut minyak serta sebagai bahan pembasah dalam suspensi oral dan parenteral.

 

Sumber: Infosawit.com