Palm Oil Today

Sawit Bersertifikat: Apa Bedanya Identity Preserved, Segregated, dan Mass Balance?

06 Nov 2026

Tiga botol berisi cairan keemasan di depan tiga tangki baja di ruang industri.

Sertifikasi keberlanjutan sawit dan cara produk bersertifikat bergerak melalui rantai pasok adalah dua hal yang terkait, tetapi tidak sama. Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menjelaskan empat model pengadaan minyak sawit atau turunannya: Identity Preserved (IP), Segregated (SG), Mass Balance (MB), serta RSPO Credits atau Book & Claim. Tiga model pertama membedakan cara menangani aliran produk fisik. Model keempat menggunakan pembelian kredit, bukan penelusuran aliran fisik bersertifikat ke produk pembeli. Memahami batas masing-masing model membantu pembaca menafsirkan klaim pada transaksi dan produk tanpa menganggap semua label memiliki arti yang identik.

Tiga botol berisi cairan keemasan di depan tiga tangki baja di ruang industri.

Identity Preserved: satu sumber yang dapat diidentifikasi

Dalam definisi RSPO, Identity Preserved adalah minyak sawit berkelanjutan bersertifikat RSPO dari satu sumber tersertifikasi yang dapat diidentifikasi, lalu dijaga terpisah dari minyak sawit biasa sepanjang rantai pasok. Dua unsur sama-sama penting: satu sumber tersertifikasi dan pemisahan fisik. Dengan demikian, keterangan IP tidak cukup diterjemahkan sekadar “sawit tersertifikasi yang tidak bercampur dengan minyak biasa”. Asal dari satu sumber yang dapat diidentifikasi merupakan pembeda utamanya terhadap Segregated.

Pemisahan tersebut berkaitan dengan bagaimana aliran minyak tersertifikasi dipertahankan sampai melewati pelaku-pelaku rantai pasok. Namun, istilah IP tidak dengan sendirinya membuktikan identitas satu kebun tertentu pada setiap unit produk yang dijual. Rumusan RSPO merujuk pada satu sumber tersertifikasi yang dapat diidentifikasi; rincian asal yang diklaim pada transaksi tertentu tetap perlu dibaca sesuai dokumentasi dan klaim yang berlaku. IP juga tidak boleh dipakai sebagai singkatan umum untuk seluruh minyak sawit yang telah memenuhi sertifikasi.

Segregated: beberapa sumber bersertifikat, tetap terpisah

Segregated mengambil minyak sawit berkelanjutan bersertifikat dari sumber-sumber tersertifikasi yang berbeda, tetapi aliran itu tetap dijaga terpisah dari minyak sawit biasa sepanjang rantai pasok. Produk dari lebih dari satu sumber tersertifikasi dapat berada dalam aliran SG. Karena itulah “terpisah” tidak berarti “berasal dari satu sumber”. Perbedaannya dengan IP terletak pada jumlah sumber bersertifikat yang diperbolehkan berada dalam aliran tersebut, bukan pada anggapan bahwa SG kehilangan status sertifikasinya.

Ketika pembeli membaca suatu klaim SG, yang ditegaskan oleh definisi RSPO adalah pemisahan dari minyak sawit biasa meski sumber tersertifikasinya dapat lebih dari satu. Tidak tepat menyamakan SG dengan IP hanya karena keduanya mempertahankan pemisahan fisik. Sebaliknya, keberadaan banyak sumber bersertifikat dalam satu aliran SG juga bukan bukti bahwa minyak itu telah bercampur dengan sumber nonsertifikasi. Dua jenis pencampuran tersebut memiliki arti berbeda dalam penjelasan model RSPO.

Mass Balance: aliran fisik dapat bercampur

Mass Balance berbeda dari dua model di atas. RSPO mendefinisikannya sebagai minyak sawit berkelanjutan bersertifikat dari sumber tersertifikasi yang bercampur dengan minyak sawit biasa sepanjang rantai pasok. Maka, ada aliran produk fisik yang mengandung pasokan dari sumber bersertifikat, tetapi pemisahan fisik dari minyak biasa tidak dipertahankan seperti pada IP atau SG. Adanya pencampuran fisik tidak berarti tidak ada sertifikasi sama sekali: model MB sendiri termasuk dalam daftar model rantai pasok RSPO.

Sebaliknya, keberadaan model MB juga bukan dasar untuk menyebut setiap tetes dalam suatu produk fisik berasal dari sumber tersertifikasi. Halaman penjelasan RSPO yang menjadi rujukan tulisan ini tidak menetapkan persentase pasti kandungan minyak bersertifikat untuk tiap produk MB; angka seperti itu tidak boleh ditebak dari nama modelnya. Klaim yang bisa digunakan mengikuti persyaratan dan bentuk klaim yang disetujui untuk model terkait. Dengan begitu, “bersertifikat melalui Mass Balance” perlu dibaca sebagai pernyataan tentang model rantai pasok yang digunakan, bukan janji pemisahan fisik atau komposisi persentase tertentu pada botol, kemasan, atau pengiriman individual.

Credits / Book & Claim bukan model pencampuran produk

RSPO menempatkan RSPO Credits atau Book & Claim sebagai model keempat. Menurut penjelasannya, produsen dan peritel dapat membeli RSPO Credits maupun RSPO Independent Smallholder Credits dari pelaku yang disebut RSPO, termasuk pekebun, pengolah, dan pekebun swadaya tersertifikasi. Pembelian kredit itu memberikan dorongan ekonomi bagi produksi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat. Mekanismenya tidak sama dengan IP, SG, atau MB yang menjelaskan perlakuan terhadap aliran minyak fisik.

Karena itu, pembelian kredit tidak boleh dinarasikan seolah-olah produk yang dibeli secara fisik berasal dari satu sumber tersertifikasi, dipisahkan dari minyak biasa, atau bercampur menurut model MB. Credits juga tidak dapat disimpulkan sebagai bukti komposisi fisik minyak pada kemasan tertentu. Sebaliknya, MB bukan sekadar nama lain dari Book & Claim: MB tetap menjelaskan aliran produk fisik yang dapat bercampur, sedangkan pembelian kredit merupakan mekanisme dukungan melalui kredit. RSPO menyebut tiap model memiliki persyaratan serta klaim konsumen yang telah disetujui masing-masing, sehingga redaksi klaim perlu mengikuti model yang benar.

Membaca sertifikasi, aliran, dan klaim secara terpisah

Urutan membaca informasi rantai pasok menjadi lebih jelas jika tiga pertanyaan dipisahkan. Pertama, apa yang dinyatakan tersertifikasi oleh skema RSPO? Kedua, model mana yang digunakan untuk aliran produk atau dukungan kredit? Ketiga, klaim apa yang memang diperbolehkan untuk model tersebut? IP menjawab kebutuhan satu sumber tersertifikasi yang dapat diidentifikasi dan terpisah; SG memperbolehkan beberapa sumber tersertifikasi sambil tetap terpisah dari minyak biasa; MB memperbolehkan aliran bersertifikat bercampur dengan minyak biasa; Credits menggunakan pembelian kredit sebagai mekanisme tersendiri.

Sebagai konteks pembacaan berita perusahaan, GIMNI pernah memuat laporan tentang premi produk sawit bersertifikat PalmCo. Berita tentang sertifikasi atau premi tidak dengan sendirinya menunjukkan model rantai pasok yang digunakan pada setiap penjualan; keterangan mengenai IP, SG, MB, atau Credits perlu diperiksa tersendiri. Pembedaan itu menjaga agar fakta tentang sertifikasi produsen tidak otomatis berubah menjadi klaim mengenai isi fisik produk hilir.

RSPO mengumumkan pada 10 Februari 2025 bahwa organisasi tersebut memulai siklus tinjauan lima tahunan atas Standar Supply Chain Certification (SCC) 2020. Menurut RSPO, standar SCC mencakup pengendalian produk sawit bersertifikat dalam rantai pasok, aliran produknya, dan klaim yang terkait. Pengumuman itu membuka konsultasi publik awal pada 10 Februari–2 Maret 2025 untuk menghimpun masukan. Ini merupakan informasi tentang dimulainya peninjauan, bukan bukti bahwa revisi standar telah selesai atau aturan baru sudah berlaku. Untuk membaca klaim pada suatu transaksi, pembaca tetap perlu merujuk pada ketentuan dan dokumen yang relevan bagi transaksi tersebut, bukan menyimpulkan status baru dari pengumuman konsultasi.

Sumber pantauan

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), “Supply chains” (tanggal publikasi tidak tercantum pada halaman yang diakses): https://rspo.org/as-an-organisation/certification/supply-chains/

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), “Supply Chain Certification (SCC) Standard Review”, 10 Februari 2025: https://rspo.org/supply-chain-certification-scc-standard-review/