Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) sukses membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp 921,3 miliar selama periode Januari – Oktober 2017. Laba itu naik 214% dan telah memperbaiki kondisi keuangan perusahaan yang sempat merugi Rp 805,6 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.

Peningkatan kinerja ini disampaikan Dasuki Amsir  Direktur Utama Holding PTPN III dalam pemaparan Kinerja Holding PTPN III di Jakarta, pada 14 November 2017. Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain, Seger Budiarjo Direktur Human Kapital Manajemen Modal dan Umum PTPN III, serta Erwan Palawi Direktur Manajemen Operasional PTPN III.

Dasuki mengatakan, laba itu diperoleh berkat penjualan produk perkebunan sebesar Rp 28,10 triliun, naik 48,9 persen dari Rp 26,87 triliun pada periode yang sama 2016. Komoditas kelapa sawit dan karet menyumbang penjualan terbesar sepanjang periode Januari sampai Oktober 2017.

“Kelapa sawit menyumbang sebesar Rp 17,95 triliun atau 64 persen dari total pendapatan Holding PTPN. Kemudian disusul pendapatan dari komoditas tebu Rp 3,7 triliun dan karet sebesar Rp 3,5 triliun serta komoditas lainnya,” kata Erwan dalam kesempatan tersebut.

Kenaikan penjualan ini juga disokong kenaikan harga sawit sebesar 13,3 persen dan harga karet yang mencapai 41 persen. Harga minyak sawit mentah (CPO) secara rata-rata tahun ini Rp 8.500 per kilogram, tumbuh dari tahun lalu yang sekitar Rp 7.500 per kilogram. Sedangkan harga karet naik dari Rp 17 ribu per kilogram pada tahun lalu menjadi Rp 24 ribu per kilogram tahun ini.

“Ada windfall karena rata-rata harga CPO lebih baik dari 2016. Ini membuat ada tambahan penjualan Rp 0,37 triliun,”ungkap Erwan.

Selain kenaikan harga, volume penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit juga tercatat naik. PTPN III mencatat TBS kelapa sawit yang dipanen pada bulan Januari-Oktober 2017 mencapai 6,9 juta ton atau naik dari periode yang sama bulan lalu yakni 6,1 juta ton. Dengan adanya peningkatan produktivitas TBS, maka produksi CPO juga mengalami kenaikan. Saat ini produksi CPO sebesar 1,9 juta ton, sampai akhir tahun diperkirakan produksi mencapai 2,1 – 2,2 juta ton.

Meskipun CPO mengalami peningkatan, tapi angka itu tidak sesuai target awal tahun yang mencapai 2,4 juta ton. Untuk tahun depan, PTPN III belum berani mematok target produksi CPO terlalu tinggi, karena terdapat kebun sawit yang masih tua dan belum diremajakan, serta masih ada tanaman yang belum menghasilkan. Sehingga, diperkirakan volume CPO tahun depan tetap pada kisaran 2,1 juta ton.

Dasuki menambahkan, pada 2018 Holding Perkebunan Nusantara tidak akan melakukan ekspansi lahan sawit, namun terus meningkatkan kualitas mutu tanaman sawit, perbaikan pabrik kelapa sawit sesuai dengan rencana dan program.

 

Sumber: Sawitindonesia.com