Palm Oil Today

Serat Pangan dari Buah Sawit Dikembangkan untuk Roti dan Kukis

21 Sep 2026

Serat pangan berbasis buah sawit bersama roti dan kukis di fasilitas pengolahan pangan

Malaysian Palm Oil Board (MPOB) memperkenalkan teknologi TT703 untuk mengolah serat buah sawit menjadi bahan pangan fungsional melalui proses mekanis. Bahan tersebut ditujukan sebagai sumber serat untuk produk bakery dan pangan fungsional.[1][2]

Dokumen teknis MPOB menjelaskan tahapan pengolahannya meliputi pembuangan pengotor, pengeringan, tempering serat, pengayakan, penggilingan, dan pengemasan sesuai praktik produksi pangan. Serat yang dihasilkan diuji dalam kukis dan roti dengan tingkat penambahan 5 persen dan 10 persen.[2]

Dalam evaluasi yang dilaporkan MPOB, penampilan, warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan produk dibandingkan dengan produk komersial. MPOB menyatakan formulasi yang memakai serat pangan berbasis sawit menunjukkan kinerja fungsional dan sensori yang sebanding dengan serat komersial.[2]

Pengembangan ini berangkat dari pemanfaatan serat buah sawit yang selama ini lebih banyak diarahkan ke biofuel dan biokomposit, sementara penggunaannya di segmen pangan masih terbatas. Menurut MPOB, bahan tersebut kaya serat pangan tidak larut dan berpotensi menjadi bahan baku bernilai tambah bagi industri makanan.[2]

Analisis ekonomi dalam dokumen TT703 memperkirakan biaya pabrik sekitar RM1,10 per kilogram, dibandingkan kisaran harga jual serat pangan berbasis hasil samping pertanian sebesar RM5–RM20 per kilogram. Perhitungan itu menggunakan asumsi kapasitas produksi 10 ton per hari dan belanja modal awal RM1,4 juta.[2]

Teknologi ini termasuk dalam sembilan inovasi yang diluncurkan pada program Transfer of Technology MPOB 2026. New Straits Times melaporkan bahwa tiga inovasi pada sektor pangan dan kesehatan mencakup analog daging berbasis sawit, serat pangan sawit, serta teknologi peningkatan penyerapan vitamin E tokotrienol; sementara MPOB menawarkan TT703 untuk peluang kolaborasi, lisensi, dan integrasi dengan industri pengolahan sawit serta pangan.[2][3]

Sumber pantauan

  • Malaysian Palm Oil Board, TT703: Palm-based Dietary Fibre for Food Industry, https://tot.mpob.gov.my/2026/07/31/tt703-palm-based-dietary-fibre-for-food-industry/, 31 Juli 2026.
  • Malaysian Palm Oil Board, MPOB Information Series — Palm-Based Dietary Fibre for Food Industry, TT No. 703, https://tot.mpob.gov.my/app/files/2026/07/TT703.pdf, Juni 2026.
  • New Straits Times, Palm oil's future hinges on innovation: Noraini Ahmad, https://nst.com.my/business/economy/2026/06/1476761/palm-oils-future-hinges-innovation-noraini-ahmad, 30 Juni 2026.