Sulawesi Barat Susun Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

 

InfoSAWIT, JAKARTA – Bertambah lagi daerah yang telah berkomitmen untuk melaksanakan mandat Inpres 6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan yakni Provinsi Sulawesi Barat.

Hal tersebut terungkap dari hasil kunjungan kerja rombongan Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat yang turut didampingi oleh Yayasan KEHATI dan Sulawesi Community Foundation (SCF) ke kantor Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil (PPH) Perkebunan, Kementerian Pertanian pada 3 Juni 2021 yang lalu.

Diungkap Kabid PPHP Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Kimoto Bado, secara umum, Sulawesi Barat memiliki profil komoditas unggulan yang cukup beragam – seperti kakao, briket batok kelapa yang diekspor untuk konsumen di Timur Tengah dan komoditas kopi yang diekspor oleh petani.

Saat ini, Sulawesi Barat sedang menginisiasi Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD PSKB) yang harapannya disahkan dalam bentuk Peraturan Gubernur. Kasie Pembinaan Usaha Disbun Sulbar, Agustina Palimbong menyebutkan, proses penyusunan RAD KSB Sulawesi Barat diawali pada Oktober 2020.

Pada November 2020 lalu, Tim Penyusun RAD PKSB Sulawesi Barat terbentuk dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor: 188.4/434/Sulbar/XI/2020. Komposisi tim ini terdari unsur organisasi perangkat daerah terkait dan unsur non pemerintah yakni SCF dan Yayasan KEHATI.

“Sampai saat ini, Sulawesi Barat telah mengajukan permohonan harmonisasi rancangan peraturan daerah kepada Ditjen Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri dan dalam proses telaah oleh tin lintas sektor di Sulawesi Barat terdapat kesimpulan bahwa rancangan RAD telah selaras dengan UU Cipta Kerja,” ungkap Agustina seperti dikutip InfoSAWIT, dalam laman resmi Foksbi.

Lebih lanjut tutur Agustina, total tutupan kebun kelapa sawit di Sulawesi Barat mencapai 158.755 ha dan 89.442 ha di antaranya adalah lahan perkebunan kelapa sawit rakyat, atau setara 56,34% dari total lahan sawit Sulawesi Barat. Sementara itu hingga tahun 2021, fasilitasi penerbitan STB-B sudah mencapai 1.811 ha lahan kelapa sawit yang mencakup sekitar 1.101 pekebun. (T2)

Sumber: Infosawit.com