JAKARTA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 sebagai investasi strategis bagi industri sawit. Perlindungan kesehatan pekerja disebut memberi dampak jangka panjang bagi keberlanjutan sektor tersebut.
Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia GAPKI Sumarjono Saragih mengatakan penerapan K3 secara konsisten dapat mendukung produktivitas dan praktik perkebunan yang lebih bertanggung jawab. Implementasinya dinilai perlu mencakup seluruh rantai industri, dari perkebunan hingga pabrik pengolahan.
GAPKI juga mengharapkan perlindungan pekerja tidak hanya menyasar tenaga kerja korporasi, tetapi turut menjangkau petani di perkebunan rakyat. Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan mendukung peningkatan kompetensi dan budaya K3 melalui Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.
Menurut Sumarjono, aspek keselamatan pekerja telah masuk dalam skema sertifikasi nasional ISPO dan standar internasional RSPO. Ia juga menyebut jaminan sosial dan keselamatan kerja sebagai hak dasar yang perlu dipenuhi pelaku industri sawit.
Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung menyatakan penerapan K3 bukan sekadar formalitas. Menurutnya, lingkungan kerja yang aman dapat meningkatkan kualitas hidup dan loyalitas tenaga kerja, sekaligus mendukung produktivitas.
Sumber pantauan
- Publikasi: JPNN.com
- Judul sumber: Penerapan K3 yang Benar Kunci Tingkatkan Loyalitas dan Produktivitas Sawit
- Tanggal: 13 Agustus 2026
- URL: JPNN.com