Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia, Sahat Sinaga, menegaskan bahwa industri kelapa sawit nasional perlu melakukan revolusi teknologi berbasis rendah emisi guna meningkatkan keberlanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Menurut Sahat, modernisasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian proses produksi sawit nasional masih menggunakan sistem lama yang kurang efisien dan berpotensi menghasilkan emisi tinggi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan bersama media di Jakarta.