Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surabaya mengadakan pelatihan pengolahan limbah minyak goreng atau minyak jelantah sebagai bagian dari kegiatan pemberdayaan perempuan. ANTARA Jawa Timur melaporkan kegiatan itu pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ketua GOW Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan minyak yang selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Pernyataan mengenai peluang nilai tambah tersebut merupakan pandangan Rini dalam konteks pelatihan, bukan laporan nilai penjualan yang sudah dicapai peserta.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu bagian dari acara bertema “Jejak Karya Perempuan Menginspirasi dan Menguatkan Surabaya”. Dalam keterangannya, Rini mengaitkan pemberdayaan perempuan dengan kreativitas dan kepekaan melihat peluang dari lingkungan rumah tangga. Ia menyebut pemanfaatan minyak jelantah sebagai contoh kegiatan yang dapat dimulai dari bahan yang sebelumnya dibuang. Laporan ANTARA tidak merinci teknik pengolahan, jenis barang akhir yang dibuat dari minyak tersebut, ataupun jumlah peserta yang mengikuti kelas khusus jelantah.
Acara yang dilaporkan ANTARA tidak hanya membahas minyak bekas. Ada kelas inspirasi dan pameran keterampilan bagi wirausahawan perempuan, termasuk kreasi resin untuk suvenir, teknik eco-print, dan merangkai buket. Dengan demikian, pelatihan jelantah perlu dibaca sebagai salah satu contoh dalam rangkaian program keterampilan, bukan sebagai keterangan bahwa semua peserta menjalankan usaha pengolahan minyak. Laporan itu juga menyebut fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan darah, yang mendapat perhatian dari para ibu peserta kegiatan.
Rini menekankan bahwa upaya membangun usaha memiliki proses panjang yang tidak selalu terlihat ketika orang hanya mengamati hasil akhirnya. Ia menyampaikan dorongan tersebut kepada para peserta agar tidak patah semangat dalam merintis usaha. ANTARA juga mencatat apresiasinya kepada pengurus, sponsor, dan anggota organisasi wanita yang terlibat dalam kegiatan. Keterangan itu menunjukkan fokus acara pada pelatihan dan motivasi wirausaha, bukan pengumuman fasilitas pengolahan limbah komersial yang telah beroperasi.
Berita ini menempatkan minyak goreng pada tahap setelah pemakaian rumah tangga. Untuk konteks berbeda, pembaca dapat melihat pemantauan harga minyak goreng GIMNI; tautan tersebut tidak menyediakan ukuran nilai ekonomi hasil pelatihan. Sumber ANTARA tidak menyebut volume jelantah yang terkumpul, pendapatan peserta, atau rencana investasi lanjutan. Karena itu, capaian yang dapat dicatat saat ini adalah terselenggaranya pelatihan dan pernyataan Rini mengenai peluang pemanfaatan limbah, bukan keberhasilan usaha yang telah terukur.
Sumber pantauan
- ANTARA Jawa Timur, “GOW Surabaya beri pelatihan untuk nilai tambah limbah minyak goreng”, 28 Oktober 2026.