Palm Oil Today

Hilirisasi Sawit Sektor Pangan Dinilai Perlu Diperkuat

22 Jun 2026

Hilirisasi Sawit Sektor Pangan Dinilai Perlu Diperkuat

Kelapa sawit disebut memiliki peran penting dalam ekosistem ketahanan pangan nasional. Dalam laporan SWA.co.id, komoditas ini dinilai memiliki produktivitas tinggi, biaya yang kompetitif, serta pasokan yang relatif stabil sehingga dapat menjadi bahan baku berbagai produk pangan.

Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI, M. Hadi Nainggolan, menyampaikan bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu pilar penting dalam menopang ketahanan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa dari hulu hingga hilir, ekosistem sawit berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Menurut Hadi, berbagai produk turunan pangan dari kelapa sawit menunjukkan kontribusi komoditas ini dalam rantai industri nasional. Ia juga menyoroti luas perkebunan sawit Indonesia yang mendekati 17 juta hektare sebagai kekuatan strategis yang tidak hanya menopang ekonomi, tetapi juga ketahanan pangan.

Hadi menyebut karakter produksi sawit yang stabil dan tidak bergantung pada pola musiman dapat memberi kepastian pasokan bagi pelaku usaha. Ia menilai kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang perlu terus dioptimalkan sebagai andalan Indonesia.

Dalam laporan yang sama, Hadi juga mendorong pengusaha muda HIPMI untuk memperkuat hilirisasi kelapa sawit di sektor pangan. Dorongan tersebut diarahkan agar sawit tidak hanya berhenti pada level tandan buah segar atau CPO, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat.

SWA.co.id mencatat bahwa sawit selama ini telah menjadi bahan baku berbagai produk pangan, antara lain minyak goreng, margarin, roti, kopi, cokelat, biskuit, dan shortening. Produk-produk tersebut disebut menopang kebutuhan konsumen dari sisi kualitas, stabilitas, dan nutrisi.

Hadi juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan Badan Pengelola Dana Perkebunan untuk mempercepat hilirisasi kelapa sawit di sektor pangan. Menurutnya, program inkubasi skala industri di sektor pangan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengembangan produk hilir sawit.

Ia menyampaikan bahwa hilirisasi sawit sektor pangan dapat memperkuat ketahanan pangan, memperluas penciptaan nilai tambah, dan membuka lapangan kerja. HIPMI, menurut Hadi, mendorong minimal satu pengusaha per provinsi untuk masuk ke hilirisasi sawit sektor pangan agar sawit dapat naik kelas menjadi produk bernilai tinggi.

Sumber: SWA.co.id, “HIPMI Genjot Hilirisasi Sawit sebagai Motor Baru Industri Pangan Nasional”, 26 April 2026.