Palm Oil Today

Jambi Terpilih Jadi Perluasan Kebun Sawit Terbesar di Sumatera

17 Feb 2026

Jambi Terpilih Jadi Perluasan Kebun Sawit Terbesar di Sumatera
Provinsi Jambi menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan perluasan perkebunan sawit yang signifikan di Pulau Sumatera. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, luas area perkebunan kelapa sawit pada 2024 tercatat mencapai sekitar 1.135.357 hektar. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 1.125.357 hektar. Hal ini menunjukkan tren ekspansi sektor sawit yang masih berlanjut di daerah ini. Dalam peta perkebunan sawit Sumatera, posisi Jambi berada di urutan keempat. Tiga provinsi dengan luas kebun sawit terbesar masih ditempati oleh Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Meski demikian, selisih luas Jambi dengan Sumatera Selatan tidak terlalu jauh, sehingga memperlihatkan potensi daerah ini sebagai pemain penting dalam industri sawit nasional. Baca juga: Hilirisasi Sawit Potensi Perluas Ruang Usaha UKMK dan Koperasi Di sisi lain, luas perkebunan sawit Jambi masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera. Jambi tercatat melampaui Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, serta Lampung dalam hal total luasan areal sawit. Hal ini memperkuat posisi Jambi sebagai salah satu sentra produksi sawit yang strategis di kawasan barat Indonesia. Jika dilihat dari sebaran wilayah di dalam provinsi, beberapa kabupaten menjadi kontributor utama. Kabupaten Muaro Jambi menempati posisi pertama dengan luas kebun sawit sekitar 245.024 hektar. Disusul oleh Batanghari dengan 204.621 hektar, kemudian Tanjung Jabung Barat seluas 155.497 hektar, serta Merangin dengan 135.616 hektar. Sebaran ini menunjukkan bahwa pengembangan sawit di Jambi tidak terpusat pada satu wilayah saja, melainkan tersebar di beberapa kabupaten utama.

luas kebun sawit Jambi

Dominasi komoditas sawit di Jambi memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain mendorong produksi minyak sawit mentah (CPO), sektor ini juga memicu pertumbuhan industri pengolahan, jasa transportasi, hingga perdagangan lokal. Perkebunan sawit turut menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pedesaan melalui penyerapan tenaga kerja, baik di sektor budidaya maupun industri turunannya. Baca juga: Bulog Sangau Pastikan Stok Minyak Goreng Aman Hingga Idulfitri Dengan luas lahan yang terus meningkat dan dukungan infrastruktur industri, sektor sawit diperkirakan tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah menjaga keberlanjutan produksi, meningkatkan produktivitas, serta memastikan pengelolaan kebun sawit berjalan selaras dengan prinsip lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.